Raudhatul Athfal (RA) Persis Al Manar membuka pendaftaran peserta didik baru

Polsek Banjarwangi Polres Garut Ringkus Tiga Pemuda Pengedar Obat Obatan Keras Terbatas
9 Februari 2024
KAPOLSEK BUNGBULANG SAMBUT HANGAT KUNJUNGAN SILATURAHMI KAPOLRES GARUT
11 Februari 2024

PURWAKARTA, Genus-bhayangkaraone.com

Menurut Haris Mardiana SH selaku ketua pc persis kecamatan purwakarta, Bahwa RA Persis Al Manar ini merupakan garapan bidang Pendidikan PC Persistri Purwakarta”.

“Saya berharap RA Persis Al Manar” dapat menjadi contoh bagi lembaga RA lainnya,” pesan Haris Mardiana SH saat mempromosikan RA Persis Al Manar”, di Madrasah Persis Al Manar Jl Purnawarman Barat RT 15 RW 03 Kelurahan Sindangkasih Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta,Sabtu (10/02/2024).

Menjawab pertanyaan awak media tentang RA yang ideal. Haris Mardiana SH mengatakan RA yang ideal adalah memiliki pendidik yang benar-benar mencintai anak. “Itu yang terpenting. Walaupun kondisi prasarana juga penting, tetapi hubungan kebatinan antara pendidik dan kualitas pendidik merupakan hal yang paling penting. Karena kalau tidak begitu, ujung-ujungnya nanti jadi tempat penitipan saja tanpa ada kualitas guru yang baik dan memiliki hubungan batin,” ujar Haris Mardiana SH kepada awak media.

Dijelaskan Haris Mardiana SH ada beberapa hal yang perlu diperbaiki terutama dari sisi sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan kualitas buku-buku. “Salah satu hal penting dalam SDM adalah adanya sistem penunjang antarpendidik RA , karena di tingkat RA tidak bisa hanya belajar melalui buku saja, melainkan suatu proses ilmiah di mana guru-gurunya harus bereksperimen dan mencoba hal-hal yang lebih inovatif,” terang Haris Mardiana SH.

Dilanjutkan Haris Mardiana SH bahwa menciptakan Siswa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. Membantu siswa sehat jasmani dan rohani. Membantu siswa memiliki dasar-dasar sikap, pengetahuan ilmu yang luas.

Mewujudkan ..yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif dan mandiri.

Harus ada perubahan paradigma mengenai buku bacaan anak. “Selama ini kita suka menentukan anak itu harusnya membaca apa padahal sebenarnya paradigma yang lebih penting adalah bagaimana cara agar anak itu mencintai membaca. Jadi sebenarnya harus didorong oleh anak. Anak harus ditanya ingin membaca buku-buku mengenai apa? Mengenai karakter-karakter favorit mereka, superhero favorit mereka, komik-komik favorit mereka,” ujar Haris Mardiana SH.

Apa pun formatnya, yang paling utama adalah anak suka membaca buku. “Jika anak belum bisa membaca diajak untuk meminjam halaman-halaman buku sambil dibantu membacakan, tidak apa-apa. Yang penting dia bisa mengikuti gambar-gambar yang dia suka. Paradigmanya dulu yang diubah, harus didorong oleh anak-anak artinya semua dimulai dari anak-anak dan orang dewasa harus mendengarkan anak. Jadi literasi bukanlah tantangan untuk membaca dalam arti gramatika kebenaran membaca, menulis dan lain-lain, melainkan bagaimana agar setiap anak mencintai buku,” jelasnya.

Di sela waktunya Bunda Eva bersama Bunda Ratu sebagai guru pendidik menambahkan bahwa RA sangat penting demi menciptakan generasi unggul. “Sebenarnya satu yang harus kita selalu ingat adalah apa pun yang mau kita lakukan dengan RA, kita harus ingat bahwa ini adalah investasi berbasis fitrah karena semua yang kita berikan pada anak-anak di 6 tahun pertama ini kalau kita bisa berkolaborasi dengan baik dengan guru-guru RA , maka akan menghasilkan yang terbaik. Oleh karena itu, kami menduga keberadaan RA Al.Manar ini bisa menjadi contoh bagi lembaga RA lain khususnya di Kabupaten Purwakarta umumnya di seluruh Indonesia,” terangnya. (Nurhapipah/Eva)