OKNUM WARTAWAN MELAKUKAN PEMBELAAN TERHADAP PENDAMPING PKH KECAMATAN BUNGBULANG KAB. GARUT

Jokowi Sambut 8 Pimpinan Negara Jelang Pembukaan KTT ASEAN 2023
10 Mei 2023
Polsek BungurSari, Polres Purwakarta Rutin Memberikan Imbauan Kepada Warga Untuk Terkait Menjaga Keamanan Dan Ketertiban Di Lingkungan
17 Mei 2023

GARUT, Genus-bhayangkara One

Tugas dan peran wartawan adalah mencari, menyimpan, mengolah, menyusun, dan menyampaikan berita kepada publik Pasal 6 Undang – undang No.40 Tahun 1999 tentang Pers. Namun amat disayangkan apa bila mengaku Wartawan melakukan penulisan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya dilapangan, lalu menyalahkan hasil pemberitaan media lain tanpa konfirmasi kepada Media yang bersangkutan.

Seperti dilakukan oleh salah seorang yang mengaku dari Media Radarnusantara.id terkait dengan Pemberitaan Media Gemantara News Biro Garut, yang di terbitan tanggal 20 Mei 2022 dengan judul “WARGA MEMILIKI KARTU PKH DI DESA GUNAMEKAR KECAMATAN BUNGBULANG KAB. GARUT SEBAGIAN KARTUNYA MINTA DIKEMBALIKAN, pemberitaan ini telah sesuai data dan fakta serta hasil konfirmasi kepada narasumber dilapangan (Dokumen Vidio).

Dengan adanya pemberitaan Media Radar Nusantara yang menanggapi berita Gemantara News dengan judul “Terkait Pemberitaan Negatif Pendamping PKH Angkat bicara” dengan Pemberitaan yang disampaikan oleh dua oknum wartawan, sungguh tidak berdasarkan fakta dan data yang ada.

Menanggapi hal ini, Pimpinan Redaksi Gemantara News U. Supriatna, SE mengatakan, pemberitaan media tersebut telah menyinggung media lain dalam pemberitaan harus dipahami, tidak menyangkut nama media, dalam hal pemberitaan hanya menguntungkan pesan, dalam hal ini tidak obyektif, “tahukah anda bahwa apa fakta sebenarnya yang terjadi dilapangan ?, ungkapnya.

Lebih lanjut dengan adanya keluhan dari masyarakat Kartu ATM ditahan oleh Ketua kelompok (Program Keluarga Harapan) PKH. Dan tidak ada sejarahnya Kartu ATM di kuasai oleh ketua kelompok , malah banyak yang dipotong dalam penarikan uang dan ATM oleh ketua Kelompok tersebut, dan di duga dimonopoli oleh ketua kelompok dan pendamping PKH tersebut. “Diduga anda menerima bayaran pemberitaan pembelaan orang yang salah dan ini telah mencemarkan nama baik media, kami, patut dicurigai media anda hanya untuk golongan orang- orang yang curang menjolimi masyarakat yang uang PKH nya dipotong oleh oknum, ketua maupun pendamping PKH tersebut. “Kami akan menggugat atas pemberitaan media Radarnusantara.id ” ungkap U. Supriatna, SE tegasnya. (Red)