OKNUM BRIMOB YANG TEGA ANIAYA KEKASIHNYA. DAPAT BINAAN DARI ATASANYA

RESERSE NARKOBA POLDA JABAR AMANKAN 1 TON SABU ASAL IRAN SERTA 4 ORANG TERSANGKA
17 Maret 2022
Konvoi Mobil Berpelat Polri Palsu di Puncak, Densus Gadungan Ditangkap
29 Maret 2022

TERNATE, Genus-bhayangkara one

Salah satu oknum anggota Brimob Polda Maluku Uatara berinisial MSA dilaporkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate, Senin (21/3).

Oknum anggota Brimob yang diketahui berpangkat Bripda itu dilaporkan lantaran diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap kekasihnya, MA (17), hingga babak belur.Belum diketahui apa motif MSA menganiaya kekasihnya yang diketahui masih berstatus pelajar di salah satu SMA di Kota Ternate itu.

Tindakan kasar ini dilakukan MSA bertempat di halaman gedung putih, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, sekira pukul 00.00 WIT dinihari tadi.

Tak terima diperlukakan seperti itu, korban bersama kedua orang tuanya bertandang ke Mapolres Ternate untuk membuat laporan polisi.

Ayah korban, Jainudin Abdullah kepada wartawan Nuansa Media Grup (NMG) mengatakan, perlakuan MSA terhadap anaknya sudah berulang kali. Bahkan Jainudin sudah pernah mengundang orang tua MSA ke rumahnya untuk membicarakan secara baik-baik terkait dengan perlakuan terhadap anaknya. Dalam pertemuan itu pula, ia juga menyuruh orang tua MSA agar memberi pembinaan terhadap anak mereka. Namun MSA tetap saja kembali mengulangi perbuatannya.

“Kemarin hari Sabtu itu saya undang orang tuanya MSA untuk bicarakan baik-baik, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” ujarnya saat ditemui wartawan NMG usai membuat laporan di Polres Ternate.

Menurut Jainudin, tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan MSA terhadap putrinya lebih parah sekarang ini dibandingkan sebelum-sebelumnya. Untuk itu, ia meminta agar kasus ini harus menjadi perhatian serius, karena terduga pelaku merupakan aparat kepolisian.

“Jadi bagi saya ini bukan lagi kekerasan, tapi sudah masuk dalam penganiayaan dan ancaman pembunuhan. Hasil visumnya juga sudah kita sampaikan,” jelasnya.

Menurut Jainudin, MSA juga diduga mengancam dan mencikik leher korban. Sehingga MA mengalami tekanan psikis. Bahkan, MSA juga menyuruh putri kesayangannya itu agar meloncat ke salah satu jurang yang tak jauh dari tempat tersebut. Akibat dari kejadian ini, wajah MA mengalami lebam dan bibirnya juga pecah. Luka yang dialami MA diduga dipukul dan di injak-injak oleh MSA.

“Bahkan dia (MSA) merencanakan pembunuhannya ini dengan menyuruh korban meloncat ke jurang. Saya harap pihak kepolisian terutama Kapolda, agar serius dengan kasus ini,” harapnya mengakhiri.

Terpisah, Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo Sigit melalui PS Kasihumas Polres Ternate, Ipda Wahyuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Iya benar, dan sementara masih tahap penyelidikan,” singkatnya mengakhiri. (tr1/red )